PERKUAT KURIKULUM BERBASIS KKNI, PRODI ADMINISTRASI PENDIDIKAN GELAR WORKSHOP

Pelaksanaan Workshop Sinkronisasi Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia oleh prodi Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Jambi.
Muaro Jambi – Program Studi Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Jambi menyelenggarakan Workshop Sinkronisasi Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, Sabtu 22 September 2018. Workshop ini menjadi salah satu upaya yang dilaksanakan Prodi Administrasi Pendidikan guna mengembangkan kompetensi mahasiswa dan memastikan penggunaan kurikulum berbasis KKNI yang tepat dalam setiap mata kuliah. Merujuk kepada hal tersebut, prodi Administrasi Pendidikan berusaha untuk senantiasa melakukan penguatan pada mata kuliah agar sesuai dengan dunia kerja.
Workshop yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Prodi Administrasi Pendidikan ini, dilaksanakan di ruang Prof. Bafadhal Fakultas Hukum, Kampus Universitas Jambi Mendalo. Menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. Angelo Cruz Maduli General Manager, Curriculum and Development R.E.A.L Education Malaysia dan Dr. Muhammad Muspawi, MPd.I. ketua Prodi Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Jambi.

Para Pembicara pada acara workshop kurikulum
Suasana penyelenggaraan workshop kurikulum

Dr. Muhammad Muspawi, MPd.I., selaku ketua prodi Administrasi Pendidikan mengatakan, setelah workshop tersebut prodi Administrasi Pendidikan akan memasukkan mata kuliah seperti kewirausahaan yang menyesuaikan dengan visi dan misi universitas dan fakultas yaitu entrepreneurship.
“Untuk memperbaiki kurikulum, kami menambahkan beberapa mata kuliah yang menyesuaikan dengan visi misi universitas dan fakultas, dimana visi misi tersebut mempunyai ciri khas yaitu berkaitan tentang entrepreneurship,” katanya.

Ketua Prodi Administrasi Pendidikan sedang menyampaikan paparan di acara workshop

Dengan dimasukkannya mata kuliah kewirausahaan diharapkan mahasiswa dan lulusan dapat memiliki pengetahuan tentang entrepreneurship. Sehingga mahasiswa dan lulusan bisa membuka lapangan pekerjaan.
“Saya berharap, lulusan Administrasi Pendidikan dapat mempelajari ilmu entrepreneurship tersebut dengan maksimal. Sehingga setelah lulus nanti, mereka dapat membuka lapangan pekerjaannya sendiri,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *